Login

Register

Login

Register

“Level Up”, Panggung Gabungan Antar Komunitas untuk Naik Kelas

Blog - January 26, 2022

Kalau kamu bertanya-tanya, stand-up comedy itu sesulit apa, sih? Maka, coba lah untuk datang ke tempat teman-teman komika melatih materinya. Ya, bilang saja cuma ingin nonton kalau kamu takut tiba-tiba ditatar senior.

Panggung-panggung itu lah yang jadi ajang uji coba kelayakan materi komika diterima khalayak ramai. Dari sana, mungkin akan muncul nama-nama besar di kemudian hari. Hal ini pula yang coba dilakukan dalam pertunjukan spesial “Level Up“.

Pertunjukan ini dihadirkan untuk membuat sejumlah komika mampu menjadi lebih baik dan “naik kelas” apapun latar belakangnya. “Level Up” diinisiasi oleh 4 komunitas, Stand Up Cinere, Jakarta Comedy Society, Stand Up WhatsApp dan Standupindo Kemenkeu.

Digelar pada 29 Agustus 2021 secara hybrid, “Level Up” menampilkan 9 komika dari masing-masing perwakilan di atas. Kesembilan nama yang menjadi penampil ini mungkin tidak begitu dikenal di banyak panggung komunitas. Maka dari itu, “Level Up” mewadahi dan memberi dukungan agar komika-komika ini mampu beranjak naik untuk lebih baik.

Keresahan kampung halaman dibawakan Rifqi, komika asal Rengasdengklok yang menceritakan tentang bagaimana bahagia sekaligus menyedihkannya menjadi anak yang tinggal di kampung. Ia bisa tiba-tiba jadi personel Dragon Ball. Cukup bertolak belakang, Adhuy tampil sebagai penduduk ibu kota. Tapi, ia jadi warga ibu kota yang rela menganggur demi stand-up comedy. Kalau kamu ke Cinere, coba cari saja dia.

Berikutnya Qori, hidupnya penuh duka percintaan di usia yang sangat muda. Ia harus ikhlas patah hati dua kali berturut-turut di usia dua puluhan. Joe Sepi, mengadu nasib di ibu kota dengan gigih. Sampai-sampai, ia bisa bicara dengan hewan.

Abadi adalah satu di antara komika lain dalam “Level Up” yang sungguh-sungguh menyebut stand-up comedian adalah profesinya. Si “macan kompetisi” ini juga mengaku dirinya adalah Duta S07 versi KW Taipei. “Level Up” juga kedatangan komika yang pernah berguru pada founder yang “itu”, ia adalah Erwan. Ia secara terang-terangan membagi pengalamannya menyaksikan komedian dengan materi cerdas yang sulit dicerna banyak orang.

Sebagai penutupnya, Adhit mewakili Bu Sri Mulyani menceritakan keluh kesah komedian yang setengah kehidupannya menjadi seorang PNS. Zuma mungkin biasa, Adhit punya hal lain dari seluk beluk PNS yang jarang diketahui orang lain.

Jika kamu ingin menyaksikan penampilan keroyokan dari para komika ini, kamu bisa membeli digital download-nya di Comika.id seharga Rp35.000. Langsung bungkus pakai sambal terasi!

#ComikaBerita #ComikaMedia

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

Re-Write

Ceritain Ajalah

Sohibul Diksi Tv

HAH

Tiba-Tiba Kepikiran